Showing posts with label architecture. Show all posts
Showing posts with label architecture. Show all posts

Thursday, 23 January 2014

Some Vocabularies for Architecture Students

Each field sometime has significant term for things inside and in this time, I want to share about vocabularies in Architecture.




• appliances = peralatan
air conditioner = pendingin ruangan
• attic = loteng
• awning = tenda rumah
• back door = pintu belakang
• baluster = pegangan tangga
• backyard = halaman belakang
• basement = ruangan bawah tanah
• beam = balok, tiang
• bedroom = kamar tidur
• blinds = kerai
• bunk bed = bangku tidur
• cellar = gudang bawah tanah
• chimney = cerobong asap
• column = kolom
• concrete = beton
• cornice = tembok hiasan bangunan
• counter = meja pajangan
• crib = tempat tidur bayi
• cupboard = lemari pakaian
• curtain rod = tongkat gorden
• curtains = gorden
• dish washer = pencuci piring
• doggie door = pintu masuk anjing
• doghouse = rumah anjing
• door = pintu
• door bell = bel pintu
• doorknob = gagang pintu
• door jamb = kosen pintu
• doorway = pintu keluar/masuk
• dormer = jendela atap
• downstairs = ruang bawah
• drain = drainase
• drapes = gorden, tirai
• dryer = pengering
• duct = pipa, saluran
• dustpan = pengki
• eaves = lis atap
• electrical outlet = stopkontak
• electrical system = sistem listrik
• entryway = jalan masuk
• family room = ruang keluarga
• fan = kipas angin
• faucet = keran
• fence = pagar
• fenced yard = pekarangan yang diberi pagar
• fireplace = perapian
• frame = bingkai
• front door = pintu depan
• front stoop = serambi depan
• furnace = tungku perapian
• fuse box = lemari sekering
• gable = nok atap
• garage = garasi
• garage door = pintu garasi
• garage door opener = pembuka pintu garasi
• garbage can = kaleng sampah
• garden = taman
• garden shed = gudang di taman
• girder = balok penopang
• greenhouse = rumah kaca
• gutters = got, selokan
• hallway = ruang masuk
• hamper = keranjang pakaian
• heater = alat pemanas
• hinge = engsel
• hose = selang
• house = rumah
• insulation = penyekatan
• jamb = kosen pintu
• ladder = tangga
• lawnmower = pemotong rumput
• light switch = saklar lampu
• linen closet = lemari sprei
• lintel = ambang pintu/jendela
• lock = gembok
• loft = loteng gudang
• lumber = kayu
• mailbox = tempat kotak surat
• mat = kesetan
• mirror = cermin
• mop = alat pengepel
• nook = sudut di ruangan
• nursery = kamar anak=anak
• overhang = serambi
• pantry = kamar kecil untuk menyimpan barang
• patio = serambi/emper terbuka belakang rumah
• picture = foto, lukisan
• picture frame = bingkai foto/lukisan
• plumbing = pipa ledeng
• porch = serambi, beranda
• portico = serambi dengan tiang-tiang
• quilt = selimut tidur
• rake = alat penggaruk
• roof = atap
• room = ruangan
• rug = karpet permadani
• sash = daun jendela
• screen door = pintu kasa
• shed = bangsal gudang
• shelf = rak
• shingle = sirap di atap
• shower = cucuran
• shutters = daun pentutup jendela
• siding = sepur simpang
• sill = bendul, ambang
• sink = back cuci piring
• skylight = kaca atap
• sliding glass door = pintu kaca geser
• steps = pijakan kaki
• staircase = tangga rumah
• stairs = tangga ruangan
• stairway = jalan tangga
• stoop = serambi depan
• storage shed = gudang/lumbung penyimpanan
• storm door = pintu luar
• trellis = tralis
• upstairs = lantai atas
• vent = ventilasi, lubang angin
• walkway = gang tempat berjalan
• waste basket = keranjang sampah
• water heater = pemanas air
• welcome mat = keset depan pintu
• window pane = kaca jendela
• window sill = ambang jendela
• wood stove = tungku kayu
• yard = pekarangan rumah

 

Thursday, 19 December 2013

Workshop Sustainable Humanitarian Architecture

Bencana alam sering datang tanpa adanya prediksi terlebih dahulu. Banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor merupakan beberapa contoh dari sebegitu banyak jenis bencana alam yang terjadi di negeri ini.
Banyak akibat yang ditimbulkan dari musibah tersebut, banyak masyarakat kehilangan harta benda, tempat tinggal dan bahkan ada yang kehilangan sanak saudara. Dibutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan kondisi mereka setelah bencana alam terjadi dan mereka juga membutuhkan tempat tinggal untuk berlindung dari panasnya siang dan dinginnya malam.
Berawal dari permasalahan tersebut dan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa di Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia, Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia berkolaborasi dengan Smart Shelter Research mengadakan Workshop Sustainable Humanitarian Architecture yang dilaksanakan selama tiga minggu pada bulan Oktober 2013 dengan mekanisme satu minggu tatap muka, satu minggu virtual, dan satu minggu penilaian.
Diawal workshop, peserta dibagi menjadi tim yang terdiri dari tiga orang setiap tim nya dan kemudian diikutkan dalam spageti game. Setiap tim diberi 20 biji spageti dan kemudian harus disusun setinggi tingginya. Bagaimana cara mereka untuk menyusun semua biji spageti tersebut dengan tekstur sekecil itu.

Peserta mencoba menyusun kerangka dari spageti 
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan tantangan yakni untuk membuat kompor bertenaga solar (sinar matahari) dari bahan bekas. Mahasiswa tidak diperbolehkan mengeluarkan uang sepeserpun untuk mebuat solar cooker ini. Banyak dari mereka yang menggunakan seng, alumunium foil dari bungkus rokok, kaca, serta kepingan cd. Dan tak tanggung tanggung, mentor mereka yang sekaligus founder Smart Shelter Research yang bertempat di Belanda ikut berpanas panas ria untuk memberikan simulasi tentang alat yang mereka buat..
Martijn S memberikan penjelasan tentang Solar Cooker
Dan inilah keseluruhan peserta yang mengikuti workshop sustainable humanitarian architecture, cantik cantik dan ganteng ganteng ditemani dengan Pak Aji selaku Dosen di Jurusan Arsitektur dan tentunya mentor mereka, Pak Martijn ..
Peserta Workshop SHA