Showing posts with label benteng vredeburg. Show all posts
Showing posts with label benteng vredeburg. Show all posts

Sunday, 26 February 2012

Selayang Pandang tentang Vredeburg

Yogyakarta menjadi ikon penting diIndonesia, tidak hanya sebagai kota pelajar namun juga sebagai kota budaya dan kota sejarah. Salah satu tempat bersejarah yang bisa dikunjungi adalah Benteng Vredeburg yang terletak dikawasan nol kilometer, atau tepatnya sebelah barat taman budaya atau yang lebih dikenal dengan the window of Jogja dan sebelah utaranya Monumen perjuangan.
UGM Tempo dulu
Benteng vredeburg merupakan peninggalan sejarah yang sekarang dialih fungsikan menjadi museum. Pengunjung tidak perlu membayar mahal untuk memasuki museum karena hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000,- mereka sudah bisa masuk. Selain itu, ada beberapa ruangan disana yang disebut dengan “Diorama” dimana didalamnya terdapat replica sejarah masa lalu. Didalam diorama, ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung, seperti tempat duduk dan touchscreen information, yang bisa dikatakan baru karena dulu belum ada. Selain itu, di diorama 2 terdapat mesin cetak KR yang sudah berumur puluhan tahun.
Didalam ruang diorama itu, para pengunjung bisa melihat perjuangan para pahlawan dan keadaan kota Yogyakarta pada jaman dahulu, seperti kondisi UGM pada puluhan tahun silam. 
Diorama 3
 Selain itu, dengan hadirnya layar sentuh untuk informasi diantara dua showroom diorama memudahkan pengunjung untuk mengakses informasi dengan sangat mudah, meski ada beberapa yang tidak berfungsi. Ketika memasuki diorama 3, janganlah terkejut jika gelap, karena lampu yang dinyalakan sedikit. Penyebab sedikitnya penerangan di diorama 3 ini kurang saya pahami, entah itu untuk menghemat daya, atau karena sudah siang, atau karena memang disengaja sedemikian rupa untuk menciptakan suasana yang sedikit seram.
Benteng vredeburg bisa dibilang memiliki area yang luas dan akan sangat melelahkan jika berkeliling dengan berjalan kaki, oleh karena itu disana ada sepeda, tapi jangan salah, para pengunjung harus menyewanya jika mereka mau memakainya. Benteng vredeburg penuh sejuta pesona dan kerap sekali dijadikan tempat untuk berfoto ria para potografer baik itu lokal, nasional maupun internasional. Yah, tidak gratis sih, para potografer tersebut harus melakukan administrasi dahulu dan mereka akan mendapat hak yang lebih dari pada pengunjung biasa.
Masih banyak lagi sudut – sudut yang menarik di benteng vredeburg ini dan pantas kiranya bagi anda para pengunjung, baik lokal ataupun nasional bahkan mancanegara menyempatkan diri singgah sebentar di gedung tua yang penuh makna ini..

Saturday, 25 February 2012

catatan benteng Vredeburg

Bingung melanda ketika hari minggu datang,,,
akhirnya kuputuskan untuk mencari suasana baru dalam mengerjakan job..
dan benteng vredeburg pun menjadi solusi terdekat selain taman sari...
pindah kesana kemari mencari koneksi yang katanya sih ful akses, tapi pada kenyataannya tidak ada akses untuk internet....dan alhamdulilah modem ada di tas, jadi tetep bisa konek ke internet...
hari pun menjelang siang, dan pengunjung menjadi banyak...ada satu rombongan anak TK ABA di daerah jogja yang berkunjung... dan setelah ba'da dhuhur pun ada segerombolan orang yang sepertinya akan mengadakan prosesi pemotretan....
Cagar budaya yang dibuka untuk umum memanglah bagus karena bisa mengenalkan masyarakat terhadap sejarah masa lalu,,,,
namun, sayangnya ada beberapa bagian yang tidak bisa dimasuki oleh pengunjung, seperti di lantai dua sebelah selatan, karena pintu utama ditutp dan ditulisi STOP. Selain lantai dua, pengunjung kurang mengeksplor ruang di belakang Diorama 2. Padahal tempat itu bisa dibilang cukup rindang untuk duduk dan internetan.
Benteng Vredeburg ini sebenarnya memiliki nilai lebih namun eksotiknya belum bisa diekspos semuanya.
Demikian catatan hari minggu dari saya, semoga manfaat bagi pembaca dan semoga hari minggu anda menyenangkan..